
CIREBON – Sebanyak 35 mahasiswa calon wisudawan dari Jurusan Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon mengikuti Workshop Bimbingan Karir. Kegiatan yang digelar di Auditorium Pascasarjana Lantai 3 ini menjadi wadah pembekalan strategis bagi para calon sarjana hukum sebelum benar-benar terjun ke dunia profesional dan bermasyarakat.
Bagi lulusan Hukum Tata Negara, ruang pengabdian sering kali diidentikkan dengan ranah politik, lembaga peradilan konstitusi, atau instansi pemerintahan. Namun, workshop ini sengaja dirancang untuk mendobrak batasan tersebut dengan menghadirkan perspektif lintas sektor, mulai dari birokrasi, dunia usaha, hingga pengalaman inspiratif alumni.
Salah satu wawasan baru datang dari kehadiran Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Barat, Dr. Hadi Suwastio Cokrodimedjo. Di hadapan para peserta, beliau memaparkan bahwa sektor industri modern dan korporasi privat saat ini sangat membutuhkan tenaga ahli hukum tata negara. Sarjana HTN memiliki peluang emas untuk berkarier sebagai spesialis Government Relations, analis kebijakan publik, hingga legal compliance yang bertugas memastikan arah bisnis perusahaan selaras dengan undang-undang dan regulasi negara.
Selain sektor industri, mahasiswa HTN juga mendapat gambaran nyata mengenai pengabdian di sektor birokrasi negara melalui sharing pengalaman dari Muhammad Aip Syarifuddin, S.H., M.H. Sebagai alumni yang kini mengabdi menjadi Penyuluh Agama di KUA Kecamatan Garawangi, ia membuktikan bahwa lulusan Fakultas Syariah dituntut memiliki keluwesan dalam melayani publik. Bagi sarjana HTN, hal ini menjadi pesan penting bahwa pemahaman yang kuat tentang hukum administrasi negara harus selalu dibarengi dengan kemampuan komunikasi, empati, serta kecakapan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat di akar rumput.
Menyambung fondasi kompetensi tersebut, Wakil Dekan II Fakultas Syariah, Dr. Izzuddin, M.A., turut menitipkan pesan krusial mengenai integritas. Lulusan HTN yang keilmuannya bersinggungan erat dengan kebijakan publik dan konstitusi mutlak membutuhkan integritas yang tidak bisa ditawar. Menjadi sarjana lulusan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berarti harus menjadi pribadi yang adaptif, bertanggung jawab, dan membawa nilai-nilai kebenaran di manapun mereka bertugas.
Rangkaian pembekalan ini juga dimanfaatkan oleh institusi untuk merampungkan persiapan teknis kelulusan. Dengan menukarkan bukti pendaftaran wisuda yang telah dicetak, ke-35 calon lulusan HTN ini secara resmi menerima atribut toga yang akan dikenakan pada hari puncak prosesi wisuda.
Melalui pembekalan ini, diharapkan para lulusan HTN tidak hanya bangga dengan ijazah yang diraih, tetapi siap mengubah keilmuan konstitusi dan hukum negara menjadi kontribusi nyata, baik di lembaga pemerintahan, dunia usaha, maupun di tengah masyarakat luas.